Apa Itu Cutting Room dalam Industri Garmen?

Apa Itu Cutting Room dalam Industri Garmen?

Dalam pabrik manufaktur garmen, cutting room adalah bagian atau departemen yang bertanggung jawab atas proses pemotongan kain. Untuk memproduksi pakaian jadi (readymade garments), komponen atau bagian pakaian dipotong dari kain menggunakan peralatan industri. Dalam produksi massal, pabrik garmen dapat memotong ribuan potong pakaian setiap hari.

Proses produksi garmen dimulai dari cutting process, yaitu proses memotong kain menjadi berbagai komponen sesuai bentuk dan pola (pattern) setiap bagian pakaian, seperti front panel, back panel, sleeve, collar, dan komponen lainnya.

Dalam produksi massal, beberapa lapis kain disusun di atas meja cutting untuk kemudian dipotong secara bersamaan. Tumpukan kain yang telah disusun ini disebut lay. Proses cutting terdiri dari beberapa sub-proses, mulai dari persiapan material hingga pemotongan kain sesuai pola. Alur setiap proses akan dijelaskan secara singkat dalam artikel ini.

-> Pelajari selengkapnya: Apa Itu Proses Pre-Production (PPA) dalam Manufaktur Garmen?

1. PEMBUATAN POLA / MARKER MAKING

Pola (pattern) untuk setiap bagian pakaian dibuat sesuai desain dan ukuran. Pada proses manual, pattern pieces digunakan untuk membuat marker. Sementara dengan sistem CAD, pola dibuat secara digital dan marker dicetak menggunakan plotter sebelum digunakan oleh cutting department.

PATTERN MAKING / MARKER MAKING IN THE CUTTING ROOM

Marker making umumnya dilakukan menggunakan software komputer, sehingga proses menjadi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

2. PENERIMAAN CUT RATIO

Sebelum proses cutting dimulai, cutting department menerima job sheet dari bagian planning, merchandiser, atau production manager. Dokumen ini berisi jumlah pakaian yang harus dipotong, size ratio, serta pembagian ukuran berdasarkan warna.

Berdasarkan informasi tersebut, tim cutting menentukan jumlah marker, panjang marker, dan jumlah lay yang akan dipotong.

3. PENERIMAAN KAIN

Kebutuhan kain dihitung berdasarkan rata-rata konsumsi kain dari marker. Untuk pesanan dengan beberapa warna, kebutuhan kain dihitung berdasarkan masing-masing warna.

Selanjutnya, bagian fabric mengirimkan kain ke cutting department sesuai kebutuhan yang telah dihitung.

4. RELAKSASI KAIN

Fabric relaxation terutama dilakukan pada kain knit yang mengalami peregangan selama proses rolling. Kain perlu dikembalikan ke kondisi stabil sebelum dipotong untuk membantu mencegah perubahan ukuran pada garment setelah produksi.

Biasanya, kain dibuka dan direntangkan, kemudian didiamkan selama sekitar 24 jam.

5. SPREADING (PENYUSUNAN LAPISAN KAIN)

Pada tahap spreading, kain disusun berlapis-lapis sesuai panjang marker dan dengan ketegangan (ply tension) yang telah ditentukan. Tinggi tumpukan kain juga dikontrol untuk menjaga kualitas cutting.

Proses spreading dapat dilakukan secara manual atau menggunakan automatic spreading machine, dengan bagian tepi kain (fabric edge) dirapikan dan disejajarkan pada satu sisi.

SPREADING (FABRIC LAYERING) - SPREADING MACHINE IN THE CUTTING ROOM.jpg

Mesin automatic fabric spreading membantu menghemat waktu dan mengurangi penggunaan kain

6. MARKER MAKING

Setelah lay selesai disusun, pattern pieces atau marker yang sudah dicetak menggunakan plotter ditempatkan di atas lapisan kain. Pada proses manual, setiap pola ditandai menggunakan marking chalk untuk menentukan garis pemotongan.

Dalam satu marker, seluruh komponen pakaian disusun sesuai kebutuhan produksi.

7. CUTTING (PEMOTONGAN KAIN)

Lay dipotong mengikuti garis marker menggunakan straight knife atau mesin cutting lainnya. Proses ini memisahkan kain menjadi berbagai garment components sesuai bentuk pola.

cutting equipment - cutting machine in the cutting roomMesin automatic fabric cutting terbaru dari Cosma Technology menawarkan kecepatan tinggi, harga kompetitif, dan akurasi pemotongan yang tinggi

8. NUMBERING

Setiap garment component diberi nomor berdasarkan lapisan lay untuk memastikan komponen dari lapisan yang sama dijahit bersama. Proses ini membantu mencegah shade variation dan tercampurnya komponen selama proses printing, embroidery, atau proses lainnya sebelum sewing.

9. SORTING

Setelah cutting, komponen dikelompokkan sesuai production system, ukuran, dan warna. Semua komponen untuk satu garment disatukan agar siap diproses ke tahap berikutnya.

tables in the cutting room

10. BUNDLING:

Sesuai kebutuhan production line, sejumlah potongan garment beserta seluruh komponennya disatukan dan diikat menjadi satu bundle. Setiap bundle diberi informasi seperti bundle number, style, size, dan quantity.

Setelah proses bundling selesai, hasil cutting siap dikirim ke production line untuk proses sewing.

Kain merupakan salah satu material dengan biaya tinggi dalam produksi garmen. Karena itu, cutting room perlu mengendalikan penggunaan kain melalui perencanaan marker, pembuatan marker, dan proses cutting yang akurat.

Cutting room umumnya dilengkapi cutting table, cutting equipment, mesin spreading, rak penyimpanan kain, serta meja untuk sorting, bundling, dan ply numbering. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cutting room, baca artikel Fungsi Departemen Cutting dalam Industri Garmen.


Hubungi kami untuk konsultasi atau jadwalkan demo mesin langsung di showroom kami:

  • Telepon: (+62) 819 3819 8989 (WhatsApp, WeChat, Zalo)

  • Email: marketing@hoshima-int.com

  • LinkedIn | Facebook | YouTube: Hoshima International

Hoshima hadir membantu otomatisasi industri garmen Anda dengan menyediakan:

Share