Apa Itu Proses Pre-Production (PPA) dalam Manufaktur Garmen?

Apa Itu Proses Pre-Production (PPA) dalam Manufaktur Garmen?

Proses pre-production adalah tahap persiapan sebelum produksi massal (bulk production) garmen dimulai. Tahap ini mencakup pengembangan dan persetujuan sample, pengadaan dan pengujian bahan baku, perhitungan biaya produksi, pembuatan pola, serta perencanaan produksi.

Dalam industri garmen, proses produksi tidak hanya mencakup cutting, sewing, dan finishing. Sebelum produksi massal dimulai, berbagai persiapan harus diselesaikan sesuai prosedur buyer. Dua tahap yang sangat penting adalah pemeriksaan kualitas kain dan pengembangan sample.

Setiap proses, mulai dari pemeriksaan kain hingga sampling, membutuhkan ketelitian. Tujuannya adalah memastikan produksi berjalan lancar dan material tersedia sesuai kebutuhan sewing line. Jika proses pre-production tidak dilakukan dengan baik, produktivitas pabrik dapat menurun.

Umumnya, dibutuhkan sekitar 12–13 hari sejak kain diterima dari supplier hingga produksi massal dimulai. Selama periode ini, tim production planning bertanggung jawab untuk memantau dan mengoordinasikan seluruh aktivitas pre-production.

-> Pelajari selengkapnya: Fungsi Departemen Cutting dalam Industri Garmen 

Alur Aktivitas Pre-Production dalam Manufaktur Garmen

Persiapan untuk PP Meeting:

1. Menginformasikan seluruh departemen terkait untuk mempersiapkan PP Meeting.
2. Master File.
3. Approved Fabric & Trim Swatch — sample kain dan aksesori yang telah disetujui.
4. Fabric & Trim Availability Report — laporan ketersediaan kain dan aksesori.
5. Production Plan — rencana produksi.
6. Line Layout & Manpower Allocation — layout lini produksi dan pembagian tenaga kerja.

  • Persiapan Size-Set Sample:

Sample ini harus dikerjakan dengan melibatkan Line In-Charge, Line Supervisor, Line QC, Work-Study Officer, Mechanic, serta tim Technical/Sample Room. Prosesnya harus mengikuti sample dan komentar dari buyer, serta operational breakdown yang telah disiapkan oleh Work-Study Officer.

  • Identifikasi Proses Kritis:

Selama pengembangan Size-Set Sample/Line Sample, tim Production, Quality, IE (Industrial Engineering), dan Mechanic harus bekerja sama untuk melakukan evaluasi dan mengidentifikasi seluruh titik kritis dalam proses pembuatan garmen.

  • PP Meeting (Internal & Buyer):

Membahas dan menetapkan tindakan korektif dan preventif (Corrective & Preventive Actions) yang diperlukan sebelum produksi setiap style dimulai. Tujuannya adalah memastikan setiap departemen menerima informasi terbaru terkait kebutuhan kain dan aksesori, spesifikasi teknis, persyaratan pengujian, standar workmanship, target produksi, detail pengiriman, serta informasi penting lainnya.

  • Persetujuan Pilot Cutting:

Melakukan pilot cutting untuk memastikan proses berjalan sesuai standar sebelum dilanjutkan ke bulk cutting.

  • Analisis Produksi Awal

Membandingkan hasil awal (finished goods) dari pilot run dengan sample atau standar yang telah disetujui buyer sebelum melanjutkan ke proses bulk cutting.

  • Finalisasi Pola untuk Bulk Cutting

Memastikan dan memverifikasi bahwa pola yang digunakan untuk Bulk Cutting sudah benar dan sesuai.

  • Persetujuan Bulk Cutting

Memastikan dan memberikan jaminan bahwa seluruh aktivitas Pre-Production telah selesai sebelum memulai proses Bulk Cutting untuk setiap style.

Hubungi kami untuk konsultasi atau jadwalkan demo unit di showroom kami:

  • Indonesia: JL. Dr. Wahidin No.92, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50253, Indonesia.
  • Telepon: (+62) 819 3819 8989‬ | (+84) 0983 309 910 (WhatsApp, WeChat, Zalo)
  • Email: marketing@hoshima-int.com
  • LinkedIn | Facebook | YouTube: Hoshima International

Hoshima berkomitmen menjadi spesialis solusi otomasi untuk industri garmen, dengan menghadirkan:

-> Baca selengkapnya

Share