Prosedur Gudang Material & Aksesori di Pabrik Garmen | Penjelasan Langkah demi Langkah dengan Diagram

Prosedur Gudang Material & Aksesori di Pabrik Garmen | Penjelasan Langkah demi Langkah dengan Diagram

6 steps diagram of how a material warehouse running inside of a garment factory

Dalam industri garmen, Prosedur Gudang Material & Aksesori di Pabrik Garmen sangat penting untuk menjaga kelancaran proses produksi, memastikan akurasi persediaan, dan mengurangi pemborosan material. Mulai dari kain dan trims hingga aksesori serta bahan kemasan, gudang material menjadi bagian penting yang menghubungkan proses pengadaan dengan produksi. Artikel ini membahas prosedur gudang material dan aksesori secara lengkap dan bertahap, dengan fokus pada penerapan nyata di industri manufaktur garmen.


0. Purchasing Request (PR)

Tahap pertama dalam prosedur gudang sebenarnya dimulai dari departemen Production Planning atau Merchandising, bukan dari gudang. Setelah pesanan baru dikonfirmasi, tim akan memeriksa Bill of Materials (BOM) untuk setiap style. BOM berisi daftar material yang dibutuhkan, seperti kain, lining, elastis, label, benang, kancing, dan bahan kemasan, lengkap dengan jumlahnya.

Berdasarkan BOM, tim kemudian membuat Purchase Requisition (PR), biasanya melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP). PR mencantumkan nama material, jumlah, spesifikasi, dan jadwal pengiriman yang dibutuhkan. Sebelum diproses menjadi pesanan pembelian, PR harus diperiksa dan disetujui oleh manajer yang berwenang, biasanya dari departemen procurement atau finance. Setelah disetujui, PR diteruskan ke departemen sourcing atau purchasing. Tim ini kemudian menghubungi vendor atau supplier yang telah disetujui. Dari tahap ini, proses berikutnya mulai berjalan, yaitu pengiriman, inspeksi, penyimpanan, hingga pengeluaran material ke produksi. Karena itu, kesalahan atau keterlambatan pada tahap awal dapat menyebabkan kekurangan material dan menghambat proses produksi.


1. Penerimaan dan Pemeriksaan Material

Setelah material yang dipesan tiba di gudang, proses penerimaan dan pemeriksaan material dimulai. Tahap ini sangat penting untuk memastikan material yang diterima sesuai dengan standar jumlah dan kualitas yang dibutuhkan.

Pertama, staf gudang memeriksa barang yang datang berdasarkan purchase order (PO), invoice, dan packing list. Dokumen tersebut digunakan untuk memastikan jenis dan jumlah material sudah sesuai dengan pesanan.

Setiap material, terutama kain, kemudian diperiksa secara menyeluruh untuk mendeteksi masalah seperti perbedaan warna, lubang, noda, dan cacat tenun. Dalam beberapa kasus, dilakukan juga lab dip atau pencocokan warna untuk memastikan warna tetap konsisten antar-lot produksi.

Material yang lolos pemeriksaan akan diberi label dan ditandai sebagai “accepted”. Sementara itu, material yang cacat atau jumlahnya berlebih akan dipisahkan dan diberi label “rejected” atau “on hold” untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses pemisahan ini memastikan bahwa hanya material yang telah disetujui yang masuk ke tahap penyimpanan. Saat ini, banyak gudang modern menggunakan barcode atau sistem RFID untuk mempercepat proses dan mengurangi kesalahan dalam pencatatan data.


2. Material Documentation and Recording

Setelah material dinyatakan diterima, langkah berikutnya adalah mencatatnya ke dalam sistem gudang. Proses ini memastikan setiap material dapat dilacak dan membantu mengelola stok secara real-time. Semua material yang diterima dicatat dalam sistem ERP atau Warehouse Management System (WMS). Dokumen yang digunakan biasanya meliputi Material Inward Register atau Goods Received Note (GRN) untuk mencatat penerimaan barang.

Dokumen pendukung seperti checklist inspeksi QC dan laporan pengujian kain juga disimpan sebagai referensi dan bukti pemeriksaan. Tim gudang kemudian memastikan setiap material dicatat dengan informasi yang benar, seperti SKU, nomor batch, supplier, dan lokasi penyimpanan. Pencatatan yang akurat membantu mencegah perbedaan jumlah stok dan memudahkan proses audit inventaris.


3. Penyimpanan dan Penempatan Material

Pengelolaan gudang sangat penting untuk memaksimalkan ruang penyimpanan dan memastikan material dapat ditemukan dengan cepat dan tepat. Setelah proses dokumentasi selesai, material dipindahkan ke area penyimpanan yang telah ditentukan.

Kain biasanya disimpan di rak vertikal dan dikelompokkan berdasarkan nomor roll, warna, lebar, dan jenis kain. Sementara itu, trims dan aksesori disimpan dalam bin atau kompartemen sesuai kategorinya.

Gudang umumnya dibagi menjadi beberapa zona, seperti area kain, trims, aksesori, dan bahan kemasan. Setiap zona diberi label yang jelas, dan setiap lokasi penyimpanan menggunakan sistem kode yang terstruktur agar material mudah ditemukan.

Untuk material yang memiliki masa simpan, seperti adhesive tape atau elastis dengan silikon, gudang dapat menerapkan sistem FEFO (First Expiry, First Out). Untuk material umum, sistem FIFO (First In, First Out) digunakan untuk mengurangi risiko material lama menjadi tidak terpakai.

Beberapa jenis kain, seperti spandex, lycra, dan organic cotton, juga memerlukan kontrol suhu dan kelembapan agar kualitasnya tetap terjaga. Penyimpanan yang teratur membantu mempercepat pengambilan material sekaligus mengurangi kerusakan dan kehilangan.


4. Pengendalian Inventaris dan Penghitungan Stok Berkala

Pengendalian inventaris secara rutin sangat penting untuk mencegah keterlambatan produksi dan pembengkakan biaya. Pengelolaan stok yang baik memastikan jumlah material tetap akurat dan tersedia saat dibutuhkan.

Pemantauan stok secara real-time biasanya dilakukan melalui Warehouse Management System (WMS) yang terintegrasi dengan sistem ERP. Setiap aktivitas, seperti penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pengembalian material, akan langsung diperbarui dalam sistem.

Tim gudang juga melakukan penghitungan stok secara berkala (cycle counting), biasanya setiap minggu atau bulan, untuk mencocokkan stok fisik dengan data dalam sistem. Jika ditemukan perbedaan, tim akan melakukan pemeriksaan dan penyesuaian stok.

Salah satu metode yang umum digunakan untuk menentukan prioritas pemeriksaan adalah klasifikasi ABC. Item A merupakan material bernilai tinggi atau sangat penting sehingga membutuhkan pemantauan lebih sering, seperti kain mahal, trims impor, atau material utama produksi. Item B memiliki tingkat kepentingan sedang dan diperiksa lebih jarang, sedangkan item C merupakan material bernilai rendah tetapi jumlahnya banyak, seperti label atau benang, yang biasanya diperiksa secara berkala dalam jumlah besar.


5. Pengeluaran Material untuk Produksi

Setelah jadwal produksi ditetapkan, gudang mulai mengeluarkan material sesuai BOM. Proses ini dimulai dengan pembuatan Material Requisition Note (MRN) oleh departemen produksi atau cutting. MRN mencantumkan style, nomor pesanan, dan jumlah material yang dibutuhkan.

Staf gudang kemudian mengambil material dari rak, mengemasnya menjadi kit jika diperlukan, lalu mengirimkannya ke area produksi. Setiap pengeluaran dicatat berdasarkan job order atau batch agar penggunaan material untuk setiap style dapat dilacak dengan baik. Jumlah material yang dikeluarkan juga diperbarui dalam sistem ERP atau WMS.

Salah satu masalah yang sering terjadi pada tahap ini adalah pengeluaran material yang berlebihan atau tidak terencana, yang dapat menyebabkan pemborosan dan peningkatan biaya. Untuk mencegahnya, perusahaan dapat menerapkan kontrol seperti persetujuan supervisor atau batas pengeluaran otomatis berdasarkan jumlah dalam BOM.


6. Penanganan Pengembalian dan Material Sisa

Setelah proses produksi selesai, beberapa material mungkin dikembalikan ke gudang karena kelebihan material, perubahan produksi, atau masalah kualitas. Material yang dikembalikan harus diproses dengan benar untuk menjaga akurasi stok.

Material yang dikembalikan terlebih dahulu diperiksa untuk menentukan apakah masih dapat digunakan, rusak, atau sudah kedaluwarsa. Kemudian, dibuat return note yang mencatat jenis material, jumlah, dan alasan pengembalian. Material yang masih dapat digunakan dikembalikan ke lokasi penyimpanan semula, sedangkan material yang rusak diberi label scrap dan dipindahkan ke area scrap yang telah ditentukan.

Pengelolaan scrap penting untuk mengurangi kerugian dan mendukung keberlanjutan. Semua material scrap dicatat dalam scrap register beserta alasan pembuangannya. Secara berkala, manajer gudang meninjau material scrap untuk melihat apakah masih dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau dibuang sesuai prosedur.

Perusahaan biasanya memiliki kebijakan khusus untuk penanganan dan pembuangan scrap yang disesuaikan dengan peraturan lingkungan serta standar kualitas internal.


Manfaat Gudang Material yang Dikelola dengan Baik

Menerapkan prosedur gudang yang jelas dan disiplin memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan manufaktur garmen. Stok yang akurat membantu proses perencanaan produksi dan mengurangi risiko kekurangan material atau pembelian berlebihan. Penyimpanan yang terorganisir dan dokumentasi yang lengkap juga memudahkan pelacakan material, audit, dan pemeriksaan kepatuhan.

Pengelolaan gudang yang efisien dapat mempercepat proses produksi dan penyelesaian pesanan. Ketika material diterima, disimpan, dan dikeluarkan dengan lancar, tim produksi dapat fokus pada proses pembuatan garment tanpa khawatir kekurangan komponen. Pengelolaan material yang dikembalikan dan scrap dengan baik juga membantu mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi biaya.

Selain itu, pencatatan penerimaan dan kualitas material yang lengkap membantu perusahaan mengevaluasi kinerja supplier dengan lebih akurat.

Pada akhirnya, prosedur gudang material yang terstandarisasi bukan sekadar aktivitas pendukung di belakang proses produksi. Gudang merupakan bagian strategis yang secara langsung memengaruhi produktivitas dan profitabilitas industri garmen. Dengan menerapkan praktik terbaik dan memanfaatkan sistem ERP serta WMS, gudang dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok yang memberikan nilai lebih bagi perusahaan.


Hubungi kami untuk konsultasi atau jadwalkan demo mesin langsung di showroom kami:

  • Telepon: (+62) 819 3819 8989 (WhatsApp, WeChat, Zalo)

  • Email: marketing@hoshima-int.com

  • LinkedIn | Facebook | YouTube: Hoshima International

Hoshima hadir membantu otomatisasi industri garmen Anda dengan menyediakan:

-> Baca artikel terkait lainnya:

Share