Prosedur Cutting di Pabrik Garmen – Dari Perencanaan hingga Menjadi Cut Panel
02/09/2026Cutting Room dan Perannya dalam Produksi Garmen
Dalam industri garmen, cutting room merupakan area penting yang menjadi awal dari seluruh proses produksi. Area ini menghubungkan perencanaan produksi, proses spreading dan cutting kain, hingga quality control.
Pengelolaan cutting room yang baik tidak hanya membantu menghemat penggunaan material, tetapi juga menjaga kelancaran jadwal produksi dan mengurangi risiko kesalahan pada produk.
Dalam praktiknya, banyak pabrik garmen profesional membuktikan bahwa masalah kecil di cutting room dapat berdampak pada proses sewing berikutnya, bahkan berpotensi mengganggu target pengiriman. Karena itu, standardisasi proses cutting menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas produksi.
9 Tahapan Proses Cutting di Pabrik Garmen
1. Menerima Production Plan

Cutting room menerima production order dari departemen planning yang mencakup informasi seperti style, jumlah produksi, ukuran, warna, jenis kain, nomor lot, dan tanggal pengiriman. Kesalahan kecil pada informasi ini dapat berdampak pada proses sewing berikutnya.
📖 Tips: Selalu konfirmasi informasi dengan gudang kain dan departemen teknis sebelum memulai proses untuk menghindari kekurangan material atau penggunaan pola yang tidak sesuai.
2. Fabric relaxation

Kain biasanya menjalani proses relaxation selama 12–48 jam, tergantung jenis materialnya. Proses ini bertujuan untuk melepaskan tegangan pada kain, menstabilkan dimensinya, dan mengurangi risiko penyusutan setelah proses sewing.
📖 Tips: Untuk kain katun, hindari paparan sinar matahari langsung. Untuk kain knitted, letakkan kain secara mendatar di atas meja spreading dan hindari menggantungnya.
3. Membuat Cutting Job Sheet 
Cutting job sheet menjadi salah satu dokumen penting dalam proses cutting. Dokumen ini menentukan jumlah lapisan kain (plies), panjang meja cutting, jenis mesin yang digunakan, arah cutting, serta kebutuhan khusus lainnya.
📖 Tips: Pastikan kelayakan proses sebelum produksi massal, terutama ketika terdapat perubahan desain atau material.
4. Marker Making

Teknisi menyusun potongan pola pada kain untuk mengoptimalkan penggunaan material, sekaligus memastikan grainline dan posisi motif sesuai. Software marker making modern dapat membantu mengurangi limbah kain sekitar 2–5%.
📖 Tips: Untuk kain bergaris atau plaid, prioritaskan pattern matching meskipun membutuhkan penggunaan kain yang lebih banyak.
5. Marker printing

Marker dicetak dalam format berukuran besar atau dikirim langsung ke mesin cutting CNC. Hasil cetakan harus diperiksa untuk memastikan ukuran dan pola sudah sesuai sebelum digunakan.
📖 Tips: Gunakan kertas berkualitas baik untuk mencegah perubahan bentuk marker dan simpan marker yang telah disetujui untuk kebutuhan produksi berikutnya.
6. Fabric spreading

Lapisan kain harus dibentangkan dengan rata, bagian tepi sejajar, grainline sesuai, dan jumlah lapisan mengikuti cutting job sheet.
📖 Tips: Untuk kain bergaris atau plaid, pastikan motif sejajar pada setiap lapisan. Jika memungkinkan, gunakan meja spreading dengan automatic edge control.
7. Fabric cutting

Sesuai kebutuhan produksi, proses cutting dapat menggunakan mesin cutting CNC, straight knife, atau band knife. Pisau harus tetap tajam agar menghasilkan potongan yang bersih dan mengurangi risiko kain berjumbai.
📖 Tips: Pastikan kain stretch berada dalam kondisi stabil sebelum cutting untuk mencegah perubahan bentuk. Buat notch secara akurat agar proses penyelarasan saat sewing menjadi lebih cepat.
8. Inspeksi Cut Parts

Setelah cutting, setiap cut part diperiksa berdasarkan ukuran, jumlah, dan kualitasnya. Jika ditemukan masalah, bagian tersebut harus segera diperbaiki atau dipotong ulang.
📖 Tips: Kelompokkan jenis masalah saat inspeksi dan simpan catatan pemeriksaan untuk memudahkan traceability.
9. Penyimpanan Cut Parts Setelah Proses Cutting
Cut parts yang telah lolos inspeksi kemudian dibundel, diberi label, dan disimpan berdasarkan ukuran, warna, serta kode style. Banyak pabrik modern juga menggunakan QR code atau RFID untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan cut parts.
📖 Tips: Gunakan rak penyimpanan untuk melindungi material dari kelembapan dan berikan label pada kedua sisi agar lebih mudah diidentifikasi.
Tips Mengelola Proses Cutting di Industri Garmen
Proses cutting yang berjalan lancar membutuhkan kombinasi perencanaan yang matang, peralatan yang tepat, tenaga kerja yang terampil, dan pengelolaan yang terstruktur. Pabrik garmen yang memiliki proses cutting yang baik biasanya:
- Memberikan pelatihan rutin kepada operator mengenai teknik spreading, cutting, dan inspeksi kualitas.
- Memperbarui software marker making untuk mengoptimalkan penggunaan material dan mengurangi limbah kain.
- Melakukan perawatan mesin secara berkala agar hasil cutting tetap bersih dan presisi.
- Menyinkronkan data produksi antara cutting room dan departemen lainnya untuk mencegah keterlambatan dan bottleneck.
Hubungi kami untuk konsultasi atau jadwalkan demo unit di showroom kami:
- Indonesia: JL. Dr. Wahidin No.92, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50253, Indonesia.
- Telepon: (+62) 819 3819 8989 | (+84) 0983 309 910 (WhatsApp, WeChat, Zalo)
- Email: marketing@hoshima-int.com
- LinkedIn | Facebook | YouTube: Hoshima International
Hoshima berkomitmen menjadi spesialis solusi otomasi untuk industri garmen, dengan menghadirkan:
- Smart Warehousing
- Fabric Defect and Color Inspection
- Automated Cutting Line
- Sewing Technology
- Sub-process/ PPA Automation
- Finishing Technology
- Smart Logistic
- Robotic – Cleaning Robot – Service Robot

